Pendopo Iman
Pendopo Iman
Portal Berita
Menyiapkan halaman untuk Anda...
Beranda Tentang Berita Ilmu Koleksi Galeri Kontak
Masuk Daftar

Cantik dari Luar, Indah dari Dalam: Bekal Muslimah Menyambut Ramadan di Pendopo Iman

Cantik dari Luar, Indah dari Dalam: Bekal Muslimah Menyambut Ramadan di Pendopo Iman
dr. Neisa Sinaputri serta ustadzah Tria Meriza hadir di Pendopo iman untuk berbagi ilmu bertajuk "Cantik dari Luar, Indah dari Dalam"

Pendopo Iman — Menyambut Ramadan bukan hanya tentang menyiapkan menu sahur dan berbuka. Lebih dari itu, Ramadan menjadi momentum bagi seorang Muslimah untuk mempersiapkan tubuh sekaligus hati agar dapat menjalani bulan suci dengan lebih optimal.

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam Kajian Muslimah di Pendopo Iman bertajuk “Cantik dari Luar, Indah dari Dalam: Bekal Muslimah Menyambut Ramadan”.

Kajian menghadirkan dr. Neisa Sinaputri yang membahas persiapan kesehatan dan Ustazah Tria Meriza yang mengajak jamaah mempersiapkan hati dan iman.

Menyiapkan Tubuh untuk Ramadan

Dalam sesi kesehatan, dr. Neisa Sinaputri mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan tubuh selama Ramadan. Pola tidur, asupan makanan, hidrasi, hingga kondisi hormon dapat memengaruhi energi, suasana hati, konsentrasi, dan kesehatan kulit.

Karena itu, sahur dan berbuka perlu dilakukan secara bijak. Asupan protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, sayur, buah, serta kebutuhan cairan perlu diperhatikan agar tubuh tetap mendapatkan energi yang cukup.

Jamaah juga diajak untuk tidak menjadikan berbuka sebagai kesempatan “balas dendam” setelah seharian menahan lapar. Mengatur pola makan, membatasi konsumsi gula berlebihan, mencukupi kebutuhan air, serta menjaga waktu tidur merupakan bagian dari ikhtiar menjaga tubuh sebagai amanah dari Allah ﷻ.

Perawatan diri pun tidak berhenti pada kesehatan dari dalam.

Menjaga kelembapan kulit dan menggunakan perlindungan dari paparan sinar matahari menjadi bagian dari perawatan yang tetap dapat dilakukan selama Ramadan.

Ramadan Bukan Hanya Tentang Perut yang Berpuasa

Sementara itu, Ustazah Tria Meriza mengajak jamaah melihat persiapan Ramadan dari sisi yang lebih dalam: kebersihan hati dan hubungan dengan Allah serta sesama manusia.

Kebersihan Hati di Bulan Ramadhan

Ramadan adalah tamu yang mulia. Karena itu, menyambutnya tidak cukup dengan membersihkan rumah atau mempersiapkan kebutuhan sehari-hari. Hati pun perlu dipersiapkan.

Utang dan hak orang lain yang belum ditunaikan, perselisihan yang belum diselesaikan, maupun kesalahan yang pernah dilakukan kepada sesama perlu menjadi bahan evaluasi. Begitu pula hubungan dengan Allah melalui tobat yang sungguh-sungguh.

Jamaah juga diingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lisan, perilaku, bahkan aktivitas di media sosial juga perlu dijaga dari gibah, pertengkaran, dan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Di sisi lain, Ramadan perlu diisi dengan Al-Qur'an dan ilmu. Menentukan target membaca Al-Qur'an, memahami maknanya, mengikuti kajian, serta memperbaiki kualitas ibadah dapat menjadi bagian dari persiapan yang dilakukan sejak sebelum Ramadan tiba.

Cantik dari Luar, Indah dari Dalam

Kajian ini akhirnya membawa satu pesan sederhana: mempersiapkan Ramadan berarti mempersiapkan diri secara utuh.

Tubuh membutuhkan makanan yang baik, cukup air, istirahat, dan perawatan. Sementara hati membutuhkan tobat, istighfar, ilmu, Al-Qur'an, serta keberanian untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.

Merawat tubuh adalah bentuk menjaga amanah Allah. Membersihkan hati adalah bekal untuk beribadah kepada-Nya.

Sebab, Ramadan bukan sekadar tentang menjadi lebih sehat atau terlihat lebih baik. Semoga Ramadan menjadikan lisan lebih terjaga, hati lebih bersih, hubungan dengan sesama semakin baik, dan langkah kita semakin dekat kepada Allah ﷻ.

Cantik dari luar. Indah dari dalam. Sehat raganya, bersih hatinya, dan semakin dekat kepada Rabb-nya.






Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!